Dry Filter AC Mobil Bermasalah

Apa Fungsinya Dryer Filter AC Mobil?
Kalau Dryer Filter Bermasalah Apa Dampaknya Pada AC Mobil?

Hai #SahabatRotary Tulisan ini khusus dibuat untuk #SahabatRotary Dry Filter AC Mobil

AC mobil merupakan salah satu bagian penting pada mobil yang memiliki banyak sekali komponen, seperti kompresor, kondensor, dryer filter, expansi valve, dan evaporator. Semua komponen yang sudah disebutkan merupakan komponen yang termasuk dalam komponen utama.

Selain komponen utama, AC mobil juga memiliki komponen pendukung dan komponen kelistrikan. Komponen pendukung pada AC mobil terdiri dari oli kompresor, magnetic clutch, fan belt, selenoid kompressor (kompressor tanpa magnetic clutch), seal o ring, pipa dan selang, serta filter cabin. Sedangkan untuk komponen kelistrikan AC mobil terdiri dari cooling fan, idle up, resistor, thermostat, motor blower, relay, fuse, amplifier, dan masih banyak yang lainnya.

Apa itu Dryer Filter AC Mobil?

Sudah disebutkan jika dryer filter AC mobil merupakan salah satu komponen yang termasuk dalam komponen utama AC mobil. Dryer filter ini merupakan salah satu komponen yang berperan penting dalam sistem AC mobil dan kadang komponen yang satu ini dikenal dengan nama receiver dryer.

Baca juga : Rekomendasi Bengkel Mobil Jago dan Jujur

Apa Fungsinya Dryer Filter AC Mobil?

Dryer filter memiliki dua fungsi utama, yang pertama adalah untuk menyaring segala kotoran yang bersirkulasi bersama freon. Penyaringan ini sangat penting karena jika dibiarkan maka kotoran bisa mengganggu jalannya aliran freon. Sedangkan fungsi dryer filter yang kedua adalah untuk menyerap air yang terkandung pada freon. Air harus terserap dengan sempurna karena nantinya freon akan melewati expansi valve yang memiliki suhu rendah. Jika freon mengandung air ketika melewati expansi valve maka air berpotensi membeku dan hal ini bisa menyumbat saluran pada expansi valve.

Alat Penyaring Freon yang Sudah Berubah Menjadi Cair

Dryer filter yang merupakan alat penyaring freon yang sudah berubah menjadi cair ini terletak di antara kondensor dan expansi valve. Komponen yang satu ini memiliki beberapa komponen yang lain di dalamnya, komponen-komponen tersebut adalah filter, desiccant, sight glass, dan fusible plug. Perlu diketahui jika sight glass melengkapi mobil buatan tahun 2000 namun pada tahun 2003 ke atas, mobil-mobil tersebut tidak menggunakan sight glass pada dryer filter. Sight glass pada mobil-mobil terbaru tersebut terpisah pada pipa dengan ukurana 3/8.

Kalau Dryer Filter Bermasalah Apa Dampaknya Pada AC Mobil?

AC mobil memiliki banyak sekali komponen sehingga tidak aneh jika timbul berbagai masalah pada komponen-komponen tersebut. Salah satu komponen yang juga bisa bermasalah adalah dryer filter yang bisa berdampak pada AC mobil.

Dryer filter bisa mengalami penyumbatan atau ada masalah yang lain di sekitar area dryer filter dan hal tersebut bisa terjadi karena freon yang mengalir ke area dryer filter lebih banyak daripada oli sehingga supplay freon menjadi berlebihan dan hal tersebut bisa menyebabkan pembekuan pada area expansi sehingga dari proses tersebut akan menghasilkan kabut atau asap.

Tak hanya itu saja, silika dryer filter juga bisa menjadi penyebab dryer filter menjadi tersumbat. Silika tersebut bisa terlepas dari tempatnya sehingga saluran freon akan tertutup dan aliran freon menjadi terhambat.

Baca juga : Kisaran Harga Service AC Mobil Jakarta Barat

Cegah Dryer Filter AC Mobil Bermasalah dengan Service Rutin

Jika melihat ulasan yang sebelumnya maka terlihat jelas jika dryer filter bisa bermasalah dan memberikan dampak pada AC mobil. Oleh karena itu cegah dryer filter AC mobil bermasalah dengan service rutin sehingga kondisi dryer filter akan tetap terjaga.

Itulah sedikit ulasan tentang cara mencegah dryer filter AC mobil bermasalah.

Semoga bermanfaat.

Senang berbagi.

Dry Filter AC Mobil

Kalau Magnetic Clutch Bermasalah Apa Dampaknya Pada AC Mobil?

Apa itu Magnetic Clutch AC Mobil?
Rawat Magnetic Clutch AC Mobil dengan Service Rutin

Hai #SahabatRotary Tulisan ini khusus dibuat untuk #SahabatRotary Kalau Magnetic Clutch Bermasalah Apa Dampaknya

AC mobil merupakan salah satu rangkaian komponen pada mobil yang berfungsi sebagai penyejuk ruangan kabin pada kendaraan. Tak hanya itu saja, AC mobil juga berfungsi untuk mengontrol temperatur, sirkulasi udara, kelembapan, dan dapat membersihkan udara.

Jika melihat fungsi tersebut bisa dikatakan jika AC mobil merupakan salah satu bagian penting pada mobil. AC mobil memiliki beberapa komponen utama, seperti kompresor, kondensor, dryer filter, expansi valve, dan evaporator.

Selain komponen utama, kinerja AC mobil juga didukung dengan adanya komponen pendukung seperti oli kompresor, Magnetic Clutch, selenoid kompresor (kompresor tanpa Magnetic Clutch), fan belt, pipa low press & high press, filter kabin, dan masih banyak yang lainnya.

Baca juga : Apa Saja Masalah yang Bisa Terjadi Pada Kompresor AC Mobil?

Apa itu Magnetic Clutch AC Mobil?

Sebelumnya sudah disebutkan jika AC mobil memiliki beberapa bagian komponen yang terbagi atas komponen utama, komponen pendukung, dan yang lainnya. Magnetic Clutch merupakan salah satu komponen pendukung yang memiliki peran penting pada AC mobil. Magnetic Clutch yang juga disebut dengan kopling magnet ini terdapat pulley yang berputar terus-menerus mengikuti putaran mesin yang terhubung melalui fan belt.

Apa Fungsinya Magnetic Clutch AC Mobil?

Magnetic Clutch memiliki fungsi untuk memutus dan menghubungkan kompressor dengan penggeraknya (putaran mesin). Ketika mesin mobil mulai bekerja, pulley akan berputar karena terhubung melalui fan belt dengan putaran mesin. Namun pada saat itu kompressor tidak akan bekerja karena Magnetic Clutch belum dialiri arus listrik. Ketika sistem pada AC mobil dihidupkan maka amplifier akan memberikan arus listrik yang cukup ke Magnet spool.

Selain itu ada aktivitas lain yaitu timbulnya medan elektromagnet yang akan menarik Center Piece dan menekan permukaan gesek pulley. Aktivitas tersebut menyebabkan Center Piece berputar yang mengikuti putaran pulley sehingga kompresor akan berputar.

Alat Pengaktif/Menonaktifkan Kerja Kompresor

Bisa disebutkan jika Magnetic Clutch merupakan salah satu komponen yang penting untuk fungsi kompresor yang maksimal karena Magnetic Clutch merupakan alat pengaktif atau yang menonaktifkan kerja kompresor. Jika Magnetic Clutch mengalami kerusakan maka bisa dipastikan jika kompresor tidak akan berfungsi dengan baik.

Kalau Magnetic Clutch Bermasalah Apa Dampaknya Pada AC Mobil?

AC mobil bisa tetap dingin tapi kompresor mengeluarkan bunyi yang kasar. Jika mengalami keluhan tersebut maka salah satu penyebabnya adalah karena suara kasar pada Magnetic Clutch yang dihasilkan oleh pergesekan permukaan magnet pulley dengan pelat center piece.

Suara tersebut timbul dari salah satu permukaan komponen yang sudah tidak rata. Selain itu, suara yang berisik ketika AC mobil menyala juga bisa disebabkan oleh Magnetic Clutch yang sudah tidak presisi atau berkarat.

Dampak AC mobil kalau Magnetic Clutch bermasalah yang lainnya adalah AC mobil kadang panas dan kadang dingin. Masalah tersebut timbul karena Magnetic Clutch lemah. Jika AC mobil tiba-tiba tidak dingin maka bisa saja salah satu faktor penyebabnya adalah Magnetic Clutch rusak.

Baca juga : Kenali Ciri-ciri Kompresor AC Mobil Bermasalah

Rawat Magnetic Clutch AC Mobil dengan Service Rutin

Agar kompressor bisa berfungsi dengan baik, pastikan untuk merawat Magnetic Clutch. Cara merawat Magnetic Clutch AC mobil sangat mudah yaitu dengan service rutin. Service rutin yang dilakukan tidak hanya bermanfaat untuk Magnetic Clutch tapi juga untuk komponen yang lainnya agar bisa tetap memiliki kinerja yang baik.

Itulah sedikit ulasan tentang Magnetic Clutch bermasalah dan dampak yang ditimbulkan pada AC mobil.

Semoga bermanfaat.

Senang berbagi.

Kalau Magnetic Clutch Bermasalah Apa Dampaknya

Bengkel Build Up: Prinsip Kerja AC Mobil dan Cara Cepat Untuk Service

Hai #SahabatRotary
Tulisan kali ini khusus untuk #SahabatRotary pelanggan bengkel build up dan sedikit mengenai cara kerja AC mobil.

Syarat utama para pengguna mobil merasakan kenyamanan dalam berkendara adalah sistem sirkulasi udara mobil yang lancar. Mengingat Indonesia adalah negara tropis, udara yang pengap dan suhu panas menjadi momok tersendiri bagi para pengendara.

Suhu mobil yang tidak bersahabat sering menyebabkan para pengemudi tidak fokus menyetir yang bisa berakibat pada kecelakaan lalu lintas. Maka dari itu, sistem AC banyak diterapkan pada berbagai tipe mobil, bukan hanya sebagai aksesoris melainkan sebuah kebutuhan.

Lantas, apakah sama sistem AC mobil dengan AC ruangan? Bagaimanakah cara kerja AC mobil? Mari simak sedikit penjelasan di bawah ini.

Sistem AC merupakan sebuah rangkaian komponen yang pada dasarnya dibuat untuk mengatur suhu dan kelembaban didalam kabin mobil. Sebetulnya sistem AC masuk ke HVAC System, yang apabila diartikan menjadi Heating, Ventilating, and Air Conditioning.

Artinya, AC mobil tidak hanya dapat digunakan untuk mendinginkan suhu kabin, tetapi juga bisa memanaskan suhu kabin. Namun, melihat cuaca di Indonesia, terutama di beberapa kota yang terkenal cukup panas, fungsi AC sebagai pemanas menjadi jarang atau bahkan hampir tidak pernah digunakan.

Prinsip Kerja AC Pada Mobil

Menurut #SahabatRotary, apakah cara kerja AC mobil sama dengan AC ruangan?

Betul sekali! Pada dasarnya cara kerja AC mobil sama dengan cara kerja AC ruangan, dimana sistem ini bekerja dengan pemindahan panas.

Sebelum diventilasikan ke dalam kabin, udara akan melewati serangkaian komponen terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan agar kelembaban dan suhu udara tersebut dapat berpindah ke material lain. Pada hal ini, refrigerant berperan sebagai material pemindah panas.

Pemindahan panas tidak hanya terjadi pada udara ventilasi ke kabin. Panas yang sebelumnya dipindahkan ke refrigerant harus dipindahkan lagi ke udara bebas. Hal tersebut agar refrigerant dapat kembali menjemput panas dari kabin. Rangkaian pemindahan panas inilah yang disebut siklus kerja AC.

Air conditioner (AC) menjadi salah satu komponen yang harus selalu terjaga dan terawat agar dapat bekerja secara maksimal. Coba bayangkan, jika cuaca sedang terik-teriknya, lalu Anda terjebak macet, tetapi AC sedang rusak dan tak dingin, sudah pasti Anda akan banjir keringat.

Sebab itulah komponen-komponen pada AC mobil perlu dapat pengecekan dan perawatan secara rutin.

Selain itu, tidak ada salahnya kalau sebagai pemilik mobil, Anda mengerti komponen-komponen AC dan cara kerjanya. Berikut ini merupakan penjelasan Service Advisor bengkel Spesialis AC Mobil , Rotary Bintaro, Jani.

bengkel build up

 

  1. Kompresor 

Kompresor mobil mengambil peran paling penting dalam sistem AC mobil. Dia memiliki fungsi layaknya jantung.

“Ini fungsinya memompa freon ke seluruh sistem AC mobil. Kompresor ini dipompa buat menuju ke kondensor. Kompresor ini juga memiliki dua bagian, pertama ada saluran hisap dan kedua ada saluran buang. Kalau yang hisap biasanya bertekanan rendah yang kemudian dihubungkan dengan si evaporator, kalau yang buang biasanya bertekanan tinggi dan dihubungkan ke kondensor,” ujar Jani.

  1. Kopling kompresor 

Kopling kompresor bekerja dengan gaya magnet. Ketika kopling ini bekerja, maka kompresor akan terhubung ke pulley mesin sehingga kompresor bisa bekerja.

  1. Kondensor 

“Setelah dipompa, freon-nya akan masuk ke kondensor. Nah, kondensor ini fungsinya sebagai pendingin yang melepas panas dari freon dengan menggunakan mesin yang namanya itu cooling fan,” tambah Jani.

  1. Extra Fan 

Kipas ini berfungsi mengalirkan udara melewati kondenser sehingga pemindahan panas bisa terjadi.

  1. Receiver Dryer 

Cairan tersebut akan kembali disaring setelah melewati proses perubahan dari gas menjadi cair melalui kondensor, ‘cairan ini juga merupakan salah satu bagian yang paling penting dari komponen AC mobil. Kenapa? Karena dia berfungsi untuk menyaring kotoran yang masuk dalam mesin atau sistem AC. Oleh sebab itu, dryer sebaiknya dibersihkan secara rutin. Biasanya sekitar satu tahun sekali,” ujarnya.

  1. Expansion Valve

Komponen ini lebih dikenal dengan katup ekspansi memiliki mengubah freon yang cair ke dalam bentuk gas.

“Jadi diubah itu yang cair tadi, ke gas. Biasanya tekanan cairan yang tinggi juga akan diturunkan tekanannya dari expansion valve ini,” Jani menjelaskan.

Menurut pemaparan Jani, ada tiga bentuk dari katup ekspansi ini. Pertama, katup ekspansi dengan bentuk kotak atau persegi. Kedua, katup yang berbentuk L, dan yang terakhir adalah katup yang berbentuk seperti isi pulpen.

  1. Evaporator

“Nah, yang terakhir, itu ada evaporator. Komponen yang satu ini berfungsi untuk menyerap udara panas dan mengubahnya menjadi udara yang sejuk. Dan udaranya itu nanti akan dihembuskan langsung melalui blower,”

“Ini adalah hasil akhir dari semua proses tadi. Kalau tadi diawali dengan kompresor, ini diakhiri dengan evaporator,” imbuhnya.

  1. Blower

Fungsi komponen ini adalah untuk mengalirkan udara dari luar menuju dalam kabin (ventilator udara).

  1. High pressure hose

High pressure hose adalah selang khusus yang elastis berfungsi untuk mengalirkan refrigerant bertekanan tinggi.

  1. Low pressre hose

Low pressre hose sama seperti high pressure hose, namun ukuran low pressure hose lebih besar dan fungsinya untuk mengalirkan refrigerant bertekanan rendah dari evaporator kembali ke kompresor.

  1. Freon

Freon berfungsi sebagai refrigerant untuk menyerap dan mengikat panas dari evaporatorFreon yang digunakan pada mobil ada macam-macam, contohnya R-12, R-22, dan yang paling umum adalah freon R-134a.

Perawatan

Namun, hal yang perlu diketahui pemilik mobil adalah soal perawatan komponen-komponen AC yang harus dilakukan secara berkala. Ini sangat wajib dilakukan untuk menjaga agar AC bisa membuat suhu kabin menjadi nyaman di kala cuaca panas.

“Nih kalau untuk perawatannya sendiri, ada dua komponen yang sebaiknya diganti secara rutin. Pertama itu ada dryer dan yang satu lagi itu expansion valve,” katanya.

Untuk dryer, dia menyarankan melakukan penggantian setiap setahun sekali. Sedangkan untuk expansion valve disarankan setiap dua tahun.

“Kalau komponen yang lain misal seperti evaporator, itu tidak perlu sering-sering. Tapi ingat, harus dijaga kebersihannya. Jangan sampai tidak dibersihkan. Kalau pengguananya malas bersihkan, malas bawa bengkel, ya sudah pasti AC mobilnya rusak dan panas,” tegas Jani.

Di samping itu, Jani juga mengingatkan agar rutin membersihkan filter AC setidaknya 3-6 bulan sekali.

Cara kerja sistem AC pada Mobil

Siklus AC mobil yang akan kita bahas dibagi menjadi dua tahap, yang terdiri dari ketika kopling terhubung dan ketika kopling terlepas.

  1. Saat kopling kompresor terhubung

Saat AC dinyalakan, akan muncul bunyi dari ruang mesin yang diikuti penaikan RPM mesin yang menandakan bahwa kopling kompresor AC telah terhubung. Kopling ini bekerja dengan daya tarik magnet.

Kopling terbebas dari pulley kompresor pada saat keadaan mati sehingga meskipun pulley kompresor berputar, poros kompresor tidak akan berputar. Sementara saat AC dalam keadaan hidup akan terjadi induksi elektromagnet pada magnetic clutch sehingga kopling menjadi tertarik ke dalam.

Itulah yang menyebabkan pulley kompresor dan kopling magnet terhubung sehingga poros kompresor akan berputar sesuai RPM mesin. Putaran poros ini akan menekan freon sehingga freon dapat bergerak ke arah kondensor dengan tekanan tinggi.

Pada kondensor, putaran kipas pendingin menyebabkan udara dari luar mengalir melewati kondensor. Akibatnya, suhu freon berpindah ke udara yang melewatinya, lalu mengalir keluar ke arah kondensor, sehingga membuat freon dalam keadaan dingin tapi masih memiliki tekanan tinggi.

Setelah itu, freon bergerak ke arah dryer. Akan terjadi penyaringan freon menggunakan element pasir silika jika freon terdeteksi mengandung uap air. Freon berlanjut untuk memasuki expansion valve.

Pada komponen tersebut, terjadi efek spray, yakni keluarnya freon dengan tekanan tinggi ke ruang dengan tekanan yang lebih rendah melalui lubang sempit. Efek ini membuat freon yang semula berwujud cair menjadi berwujud gas.

Freon yang sudah bertekanan rendah tersebut lalu dialirkan menuju evaporator. Pada titik ini, freon berada dalam kondisi paling dingin, sehingga saat blower dinyalakan udara akan mengalir ke kabin yang melewati evaporator. Hasilnya, panas dari udara akan berpindah ke freon.

Sehingga udara yang keluar dari AC memiliki suhu dingin atau sejuk.

    2. Ketika AC On namun kopling kompresor terputus

Mungkin Anda tidak jarang mendengar bunyi kompresor terlepas yang dibarengi penurunan RPM mesin ke RPM awal. Hal tersebut terjadi karena kopling kompresor yang tidak selalu terhubung.

Namun hal ini telah diatur secara otomatis dalam sistim kelistrikan AC mobil. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukan untuk menghindari over-pressure yang dapat mengakibatkan bocornya saluran AC mobil.

Pelepasan otomatis tersebut akan terjadi saat sensor mendeteksi adanya freon yang sudah mencapai tekanan maksimal.

Kopling magnet yang terputus menyebabkan poros kompresor berhenti berputar sehingga aliran freon dari kompresor terhenti. Selanjutnya high pressure hose yang masih tinggi akan berangsur mereda.

Walaupun tekanan tersebut berangsur mereda namun kompresor masih memiliki tekanan sehingga masih terjadi efek spray pada expansion valve. Ini menandakan bahwa proses perpindahan suhu udara dari blower masih terjadi dengan normal.

Sebelum tekanan AC drop, kopling magnet kembali terhubung sehingga tekanan freon kembali naik dan siklus AC mobil tidak terhenti. Begitu seterusnya sistem AC bekerja.

Sistem AC double blower

Hampir secara keseluruhan, cara kerja AC double blower sama dengan AC single blower. Namun, yang membedakan hanyalah AC double blower memiliki dua buah blower fan, dua buah evaporator, dan dua buah expansion valve.

Jadi freon dari dryer melewati sebuah saluran by pass yang membuat cabang. Satu ke blower depan, dan satunya ke blower belakang.

Berapa batas maksimal tekanan freon ?

Batas maksimal tekanan freon bergantung pada saat kita memilih range suhu pada selektor suhu dalam kabin. Saat kita mengatur suhu pada yang paling dingin, maka batas maksimal tekanan freon yang ditetapkan tinggi sehingga waktu kompresor terhubung lebih lama.

Berbeda dengan saat kita mengatur selektor pada suhu normal yaitu pada range 25-30°C, maka batas maksimal yang akan ditetapkan jadi lebih rendah. Hal ini pun berpengaruh pada waktu kompresor terhubung menjadi singkat dan sering terdengar bunyi kompresor.

Sistem Kelistrikan pada AC mobil

Selain adanya mekanisme pemindahan suhu, sistem AC juga tidak bisa terlepas dari rangkaian kelistrikannya. Sebab sistem inilah yang mengatur kinerja kompresor dan pengaturan suhu AC.

Yang termasuk sistem kelistrikan AC mobil adalah ;

  1. Sensor tekanan freon
  2. Sensor Ambient air temperature
  3. Magnetic clutch pada kompresor
  4. Motor fan
  5. Motor blower
  6. Sensor Blower temperature
  7. Input (temp range & Blower speed selector)
  8. Modul HVAC control

Kita membutuhkan kendaraan yang aman dan nyaman untuk menunjang perjalanan kita sehari-hari.

Coba bayangkan jika Anda harus dalam perjalanan panjang yang membuat Anda terjebak di dalam mobil tapi AC mobil tersebut tidak berfungsi sempurna? Tentu hal tersebut tidak akan membuat perjalanan Anda terasa nyaman, bukan?

Tapi Anda tidak perlu khawatir sebab saat ini service mobil sudah mudah dan cepat dengan bantuan alat canggih yaitu flushing machine, cooling machine, dan fogging machine.

Sudah pernah dengar belum? Kalau belum, mari kita bahas satu-persatu!

  1. Flushing machine
    Alat yang satu ini berfungsi sebagai pergantian oli kompresor setiap 20 ribu km sekali. Berasal dari kata flushing yang bermakna bentuk usaha menghilangkan segala bentuk kontaminasi yang ada pada sistem AC. Hal ini berkaitan erat dengan tujuan utamanya yaitu agar kinerja AC mobil menjadi lebih maksimal. Dengan adanya prosedur  flushing machine yang tepat akan mengatasi semua partikel kecil penyebab kompressor terkontaminasi.
    Anda tidak perlu khawatir lagi. Karena flushing machine yang digunakan sudah teruji kualitas dan kinerja nya. Selain itu, service mobil Anda akan memuaskan sebab tidak perlu menungguu dalam waktu yang lama. Hal yang paling penting adalah Anda tidak perlu lagi bongkar pasang dashboard! Lebih simpel, bukan?Disamping kemudahannya, menggunakan flushing machine dalam perawatan AC mobil juga memberikan banyak manfaat.
    Misalnya, terasa lebih efektif dan efisien untuk menguras dan mengganti freon, AC mobil menjadi lebih cepat dingin, serta mengeluarkan udara yang segar. Flushing machine juga dilengkapi teknologi komputerisasi serta menjauhkan AC dari kerusakan komponen lain.
  1. Cooling machine
    Mesin ini berfungsi dalam membersihkan evaporator tanpa membongkar dashboard. Bedanya dengan flushing machine adalah mesin yang satu ini dilengkapi dengan alat ozonisasi yang bisa membunuh bakteri dan serangga yang ada di dalam mobil. Dengan mesin ini Anda dapat lebih mengehemat waktu sebab mesin ini mampu melakukan pembilasan dan pembersihan dengan kapasitas air antara 10 hingga 20 liter dengan menggunakan tekanan air yang cukup tinggi.
    Sangat berbeda dengan mesin yang sudah ada sebelumnya, bukan? Cara kerjanya pun tergolong simpel. Sangat pas apabila dipadukan dengan flushing machine. Mesin yang bekerja secara otomatis pada setiap mobil hanya dapat menggunakan satu pembersih khusus yang memiliki barcode. Kombinasi dan inovasi canggih ini membantu Anda dalam merawat AC mobil supaya tetap memiliki performa yang prima.
  1. Fogging Machine
    Mesin ini berfungsi membunuh bakteri dari dalam kabin yang bisa service rutin satu kali dalam sebulan.Booking Service

AC mobil mu sudah dingin, nyaman, dan sehat?
Yakin sudah bebas dari bakteri / virus?
Sudah atau belum tahu, silahkan klik disini untuk kita bantu.

Seneng bisa berbagi.
Pasti bermanfaat.

Biaya Servis Kompresor AC Mobil di Bengkel Terdekat

Hai #SahabatRotary

Berapa biaya servis kompresor AC mobil ?

Pembahasan tulisan hari ini khusus untuk servis kompresor AC mobil?

Indonesia termasuk negara beriklim tropis – yang berarti AC (Air Conditioner) sudah termasuk hal wajib yang kita gunakan setiap harinya, termasuk ketika Anda berkendara di dalam mobil. Tapi, bagaimana jika AC mobil Anda mulai tidak dingin, atau bahkan rusak?

Inilah mengapa Anda perlu rutin melakukan servis kompresor AC mobil di bengkel terdekat atau bengkel mobil favorit Anda.

Anda bisa melakukan servis kompresor AC mobil secara rutin, atau ketika AC mobil Anda mulai ‘membandel’. Ciri – ciri AC mobil kamu mulai ‘membandel’ adalah :

  • Kamu sudah menyalakan AC namun tidak terasa dingin
  • Tombol AC sudah dalam keadaan ON, tetapi Blower tidak berfungsi
  • Kipas kondensor tidak berfungsi
  • Cepat habisnya freon AC mobil

Apakah kamu sudah merasakan ciri – ciri di atas?

Jika ya, lebih baik langsung di bawa ke bengkel terdekat saja ya, karena untuk perbaikan AC mobil ini cukup sulit jika kamu lakukan sendiri dan tentunya membutuhkan tenaga ahli yang lebih paham kondisi kerusakan AC mobil tersebut.

Untuk kerusakan AC mobil sendiri, biasanya tidak hanya terjadi karena Freon AC yang sudah habis tetapi bisa juga dikarenakan penyebab lainnya seperti :

Kompresor kamu sudah mulai “bernyanyi”.

“Nyanyian” ini akan terdengar ketika kamu menyalakan AC mobil: suara yang terdengar sedikit kasar, seperti orang yang mendengkur, dari bagian mesin. Namun saat AC mobil kamu dimatikan, maka suaranya pun akan menghilang.

Hal ini disebabkan oleh Oli Kompresor mobil kamu yang berkurang ataupun terjadinya kebocoran serta jumlah Freon kamu yang sudah sedikit serta bearing pull kompresor mulai mengendur dan aus di piston ataupun silinder piston kompresor.

Jika kamu sudah menambahkan kembali Freon dan bunyi tersebut hilang, maka yang habis hanya Freon mu saja tapi jika sudah kamu mengisi Freon, namun bunyi  masih terdengar. Maka kamu harus menambahkan juga oli kompresor.

Kompresi Kompresor AC Mobil kamu mulai melemah.

Kamu bisa mengetahui hal ini saat menyalakan AC dan mengendarai mobil kamu dengan kecepatan tinggi, udara yang dihasilkan pun terasa dingin. Namun bila kamu mengendarainya dengan kecepatan lambat, maka udara yang dihasilkan pun tidak terasa dingin.

Penyebabnya adalah dinding piston yang aus ataupun silinder kompresor kamu berkurang serta klep di piston kamu sudah terputus.

Terjadinya kebocoran di Kompresor.

Gejalanya adalah Bodi Kompresor kamu terlihat basah karena oli serta bodi kompresor terlihat berdebu dan mungkin bagian lainnya  mengalami kebocoran juga.

Magnetic Clutch kamu  telah rusak.

Apa itu magnetic clutch?

Magnetic Clutch adalah bagian dari kompresor AC. Kerusakan di bagian ini mengakibatkan gulungan spul terputus. Magnetic Clutch sendiri memiliki sensor temperatur yang secara otomatis mematikan kerja kompresor, jika tidak dirasa terlalu panas. Kompresor pun akan kembali bekerja saat suhu sudah kembali normal.

Freon kamu bocor.

Apakah kamu merasa baru mengisi Freon namun sudah habis kembali?

Bisa jadi, ini karena Freon kamu sudah bocor, dikarenakan  karet – karet jalur Freon kamu sudah usang. Kerusakan ini akan semakin cepat terjadi, jika kamu sering terjebak macet.

Rusaknya Sekring mobil.

Kelistrikan di AC Mobil merupakan hal yang wajib kamu perhatikan juga, termasuk di antaranya sekring yang terputus. Kejadian ini dapat berdampak serius.

Beberapa hal di atas merupakan penyebab terjadinya kerusakan pada AC Mobil kamu. Sekarang setidaknya kamu sudah sedikit mengetahui bagian mana saja yang membuat AC Mobil kamu mulai terasa tidak dingin.

Namun bagaimana dengan biaya perbaikannya sendiri?

Karena seperti yang tadi sudah kita bahas diatas, kerusakan pada AC Mobil kamu tidak bisa kamu perbaiki sendiri namun harus di bawa ke bengkel terdekat.

Sekarang mari kita bahas juga mengenai biaya perbaikan yang harus kamu keluarkan. Biaya di bawah ini merupakan estimasi biaya saja. Semua spare part ataupun biaya pengecekan lainnya bergantung pada tipe kendaraan yang kamu gunakan serta tingkat dari kerusakan AC mobil kamu sendiri.

Service AC mobil sendiri memiliki dua jenis pelayanan yaitu :

  • Basic service

Pelayanan ini dilakukan untuk mobil yang sudah kamu pakai selama satu tahun atau mobil kamu sendiri sudah menempuh jarak 10.000 – 20.000 Km. Jika mobil kamu sudah seperti kriteria di atas sebaiknya segara lakukan Basic Service AC mobil ya.

Basic Service sendiri melakukan pemeriksaaan dan perawatan pada kompresor. Mulai dari ganti oli, membersihkan kotoran pada kompresor AC dan melakukan pengantian pada Receiver Dryer serta Filter Kabin. Dua komponen tersebut hanya sekali pakai saja.

  • Advance Service

Berbeda dengan Basic Service yang melakukan perawatan bagi AC mobil yang sudah menginjak usia satu tahun. Pelayanan ini dilakukan pada AC Mobil yang sudah memasuki usia dua tahun. Tentunya lebih banyak spare part yang harus diganti mulai dari :

  • Maintainance Kompresor
  • Evaporator
  • Kondensor
  • Expansi Valve
  • Receiver Dryer
  • Dan Filter Kabin

Karena lebih banyak spare part yang harus diganti dan dirawat, maka waktu yang dibutuhkan lebih lama dibanding basic service yaitu sekitar 4 jam. Tergantung dengan kondisi dari kerusakan yang alami oleh AC Mobil kamu.

Itulah penjelasan mengenai service AC Mobil kamu. Sekarang mari kita bahas ke masalah inti yaitu biaya dari service yang akan kamu lakukan.

Mengganti Oli

Penggantian Oli dilakukan agar bagian kecil seperti Piston tidak mudah aus. Jika kualitas Oli kamu sudah jelek, maka tidak akan dapat melumasi piston dengan baik, sehingga piston akan cepat panas dan kompresor tidak bekerja secara baik.

Biaya Flushing Kompresor sekitar Rp. 700.000

Spare Part

Tidak hanya mengganti Oli saja, tapi kamu harus mengganti beberapa spare part yaitu :

  • Seal
  • Thrust Bearing
  • Soe dan
  • Shaft Seal

Bagian spare part di atas akan segera diganti, jika piston, noken as serta silinder piston kamu mulai terkikis. Untuk biayanya sendiri sekitar Rp. 475.000, Jika sudah rusak maka akan dikenakan biaya tambahan lainnya.

Magnetic Clutch

Di atas kita sudah menjelaskan mengenai Magnetic Clutch ya. Jika bagian ini diganti, harganya mulai dari Rp. 380.000

Service Kondensor

Untuk service kondensor tidak terlalu sulit. Bagian kondesor tersebut hanya perlu dilakukan penyemprotan dengan air bertekanan tinggi, agar kotoran yang menempel segera hilang. Cukup mudah bukan?

Namun bagaimana jika kondensor kamu sudah mampet? Maka kondensor kamu perlu dikuras, biayanya sendiri kisaran Rp. 175.000, tapi biayanya akan berbeda bila kondensor kamu sudah bocor. Kamu harus menggantinya dengan yang baru, harganya sekitar Rp 500.000 (tergantung jenis mobil kamu).

Service AC yang sudah mati

Kerusakan terparah dari AC Mobil kamu adalah AC mobil yang sudah tidak dapat berfungsi kembali. Banyak hal yang bisa membuat matinya AC mobil kamu, mulai dari bagian Kompresor, Evaporator ataupun Receiver Dryer. Jika yang rusak adalah Kompresor kamu. ini wajib kamu ganti dan membutuhkan uang yang tidak sedikit sekitar 1 juta hingga 3 jutaan tergantung dengan tipe mobil kamu.

Untuk membeli kompresor sendiri kamu harus teliti ya. Karena banyak sekali produk palsu dengan kualitas yang rendah. Jadi pastikan bahwa kamu membeli kompresor yang original serta sesuai dengan kriteria mobil kamu.

Rusaknya AC Mobil kamu mungkin tidak hanya disebabkan oleh kompresor AC yang rusak, tetapi juga bagian lainnya. Maka sebaiknya kamu segera lakukan pengecekan ke bengkel terdekat kamu. Biaya pengecekannya sekitar Rp. 300.000.

Untuk Evaporator harus segera kamu ganti jika sudah mengalami kebocoran. Harganya sekitar Rp. 800.000 – 1.300.000 (tergantung tipe mobil) sedangkan Receiver Dryer untuk biaya penggantian barunya mulai dari Rp. 90.000 dan untuk ekspansi valve dikenakan harga mulai dari Rp. 200.000.

Piston Kompresor

Piston Kompresor kamu yang rusak? Kemungkinan biaya yang akan kamu keluarkan sekitar Rp 200.000 – Rp. 800.000. Harga tersebut hanyalah prediksi, karena harga yang akan kamu bayar nanti tergantung tingkat kerusakan dan biaya yang dikenakan oleh setiap bengkelnya.

Service Freon

Jika Freon kamu mudah habis, kemungkinan sudah terjadi kebocoran. Sebaiknya kamu segera menambal dan mengisi kembali Freon. Untuk biaya tambalan sekitar Rp. 100.000 – 400.000, sedangkan untuk pengisian Freon dikenakan Rp. 150.000 – 350.000.

Berikut adalah penjelasan, gejala, dan biaya yang kamu perlu keluarkan saat membawa mobil kamu yang sedang mengalami kerusakan AC mobil. Pastikan bahwa kamu sudah mengetahui kredibilitas dari bengkel yang akan kamu kunjungi ya sehingga tidak akan dikenakan tarif service yang gila – gilaan terutama untuk service AC yang kerusakannya bahkan tidak parah serta pastikan juga kualitas dari setiap spare part yang kamu ganti.

Sekarang kamu sudah mendapatkan sedikit gambaran mengenai biaya yang akan kamu keluarkan untuk perbaikan AC mobil kamu. Namun kamu juga harus tetap waspada ya, terutama saat kamu sedang ingin mengganti spare part dari bagian AC yang sudah rusak tersebut. Jangan sampai kamu sudah  menguras isi dompet, namun mendapatkan barang palsu.

Tentunya ada beberapa bengkel yang bermain secara nakal untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual spare part palsu untuk kamu. Kualitas spare part kw inipun tentunya tidak lebih dari spare part aslinya. Supaya kamu tidak membeli spare part palsu tersebut berikut adalah beberapa tips yang bisa kita berikan :

Cek Nomor Seri serta Kode Spare Part yang akan kamu beli.

Ini merupakan hal pertama yang harus kamu lakukan agar tidak dicurangi oleh pihak bengkel yang nakal. Kamu harus memeriksa nomor seri dan kode spare part tersebut. Karena setiap produk yang kamu beli tentunya memiliki nomor seri yang berbeda – beda. Nomor seri tersebut akan terdaftar dalam katalog resmi. Jika kamu melihat adanya perbedaan ataupun mungkin nomor seri tersebut tidak ada dalam daftar katalog. Sebaiknya kamu berhati – hati untuk membelinya.

Namun sekarang pun spare part palsu sudah memiliki nomor seri. Kamu harus memeriksanya secara teliti. Bila kamu perhatikan dengan seksama, untuk spare part palsu pada nomor serinya terlihat lebih mudah untuk hilang.

Periksa kemasan spare part.

Langkah kedua yang kamu lakukan setelah mengecek nomor seri adalah mengecek kondisi dari kemasan tersebut. Kemasan spare part asli memiliki kualitas kardus yang tebal dan tidak terlihat kusam dan untuk kemasan asli biasanya memiliki stiker hologram. Stiker ini harus kamu perhatikan dengan baik ya, karena untuk spare part mobil asli, stiker tersebut tidak mudah lepas.

Spesifikasi produk.

Jangan lupa kamu juga memeriksa spesifikasi serta kondisi dari spare part yang hendak kamu beli. Biasanya, spare part yang palsu memiliki bentuk yang kurang sempurna. Spesifikasi dari spare part tersebut pun bisa kamu cek terlebih dahulu melalui website resmi. Walaupun produk palsu terlihat sangat mirip dengan aslinya, lebih baik kamu tidak perlu menggunakannya. Walaupun bentuk sama namun belum tentu bahan yang digunakan akan sama seperti produknya asli.

Apakah spare part tersebut bergaransi?

Garansi adalah salah bagian penting lainnya yang harus kamu tanyakan juga. Karena produk asli memiliki masa garansi. Ingat untuk spare part palsu, garansi hanya diberikan oleh pihak bengkel. Namun untuk spare part asli akan diberikan garansi oleh pihak resminya.

Harga.

Melalui harga pun kita kemungkinan dapat mengetahui apakah spare part tersebut asli atau palsu. Karena kualitas tergantung pada harganya sendiri. Spare part asli tentunya memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan spare part palsu.

Kamu tentunya harus mengecek terlebih dahulu mengenai harga spare part ataupun produk yang sedang kamu cari saat ini. Apabila sang pedagang menjual produk tersebut lebih murah dari harga pasaran yang ada, bahkan harga murah tersebut di berikan tanpa ada potongan diskon lainnya. Kamu patut curiga apakah produk tersebut asli atau justru malah palsu?

Itulah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah membeli spare part palsu. Jangan sampai uang yang sudah kamu keluarkan cukup banyak tersebut, membuat kamu tidak mendapatkan barang yang asli dan malah mendapatkan barang KW ataupun palsu.

Walaupun memiliki bentuk yang menyerupai bentuk aslinya, tentunya spare part palsu tersebut belum tentu memiliki kualitas yang sama seperti spare part asli. Jangan sampai kamu tergiur dengan harga yang murah, namun membahayakan keselamatan kamu sendiri dalam bekendara. Tentunya hanya gunakan spare part original untuk mobil kesayangan kamu.

Last but not least,  AC merupakan bagian terpenting dalam mobil kamu, maka jangan lupa untuk selalu menjaga serta mengecek secara berkala kondisi AC mobil kamu tersebut. Jangan sampai kinerja dari AC Mobil kamu tersebut mengalami penurunan bahkan kerusakan yang cukup fatal. Terutama untuk kamu yang sering bekendara menggunakan mobil.

Jika kamu sudah mulai merasa tidak nyaman dengan kondisi AC kamu sekarang, seperti ketika AC mobil sudah mulai terasa tidak dingin, sebaiknya segera bawa mobil kamu ke bengkel terdekat dan tentunya tepercaya, mungkin kamu bisa membawa mobil kamu tersebut ke bengkel resmi. Agar terhindar dari penggunaan spare part palsu tetapi tetap tingkatkan kewaspadaanmu tentunya.

Lakukan selalu service rutin, mulai dari basic service hingga advance service sesuai dengan kondisi pemakaian kendaraan kamu sendiri. Masalah kerusakan dari AC Sendiri, akibat jarangany melakukan perawatan. Maka jangan lupa untuk mengecek kondisi mobil kamu ya, terutama bagian AC mobil.

Seneng bisa berbagi.
Pasti bermanfaat.

Temukan tips perawatan mobil lainnya di sini.