Bengkel Build Up: Prinsip Kerja AC Mobil dan Cara Cepat Untuk Service


Hai #SahabatRotary
Tulisan kali ini khusus untuk #SahabatRotary pelanggan bengkel build up dan sedikit mengenai cara kerja AC mobil.

Syarat utama para pengguna mobil merasakan kenyamanan dalam berkendara adalah sistem sirkulasi udara mobil yang lancar. Mengingat Indonesia adalah negara tropis, udara yang pengap dan suhu panas menjadi momok tersendiri bagi para pengendara.

Suhu mobil yang tidak bersahabat sering menyebabkan para pengemudi tidak fokus menyetir yang bisa berakibat pada kecelakaan lalu lintas. Maka dari itu, sistem AC banyak diterapkan pada berbagai tipe mobil, bukan hanya sebagai aksesoris melainkan sebuah kebutuhan.

Lantas, apakah sama sistem AC mobil dengan AC ruangan? Bagaimanakah cara kerja AC mobil? Mari simak sedikit penjelasan di bawah ini.

Sistem AC merupakan sebuah rangkaian komponen yang pada dasarnya dibuat untuk mengatur suhu dan kelembaban didalam kabin mobil. Sebetulnya sistem AC masuk ke HVAC System, yang apabila diartikan menjadi Heating, Ventilating, and Air Conditioning.

Artinya, AC mobil tidak hanya dapat digunakan untuk mendinginkan suhu kabin, tetapi juga bisa memanaskan suhu kabin. Namun, melihat cuaca di Indonesia, terutama di beberapa kota yang terkenal cukup panas, fungsi AC sebagai pemanas menjadi jarang atau bahkan hampir tidak pernah digunakan.

Prinsip Kerja AC Pada Mobil

Menurut #SahabatRotary, apakah cara kerja AC mobil sama dengan AC ruangan?

Betul sekali! Pada dasarnya cara kerja AC mobil sama dengan cara kerja AC ruangan, dimana sistem ini bekerja dengan pemindahan panas.

Sebelum diventilasikan ke dalam kabin, udara akan melewati serangkaian komponen terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan agar kelembaban dan suhu udara tersebut dapat berpindah ke material lain. Pada hal ini, refrigerant berperan sebagai material pemindah panas.

Pemindahan panas tidak hanya terjadi pada udara ventilasi ke kabin. Panas yang sebelumnya dipindahkan ke refrigerant harus dipindahkan lagi ke udara bebas. Hal tersebut agar refrigerant dapat kembali menjemput panas dari kabin. Rangkaian pemindahan panas inilah yang disebut siklus kerja AC.

Air conditioner (AC) menjadi salah satu komponen yang harus selalu terjaga dan terawat agar dapat bekerja secara maksimal. Coba bayangkan, jika cuaca sedang terik-teriknya, lalu Anda terjebak macet, tetapi AC sedang rusak dan tak dingin, sudah pasti Anda akan banjir keringat.

Sebab itulah komponen-komponen pada AC mobil perlu dapat pengecekan dan perawatan secara rutin.

Selain itu, tidak ada salahnya kalau sebagai pemilik mobil, Anda mengerti komponen-komponen AC dan cara kerjanya. Berikut ini merupakan penjelasan Service Advisor bengkel Spesialis AC Mobil , Rotary Bintaro, Jani.

bengkel build up

 

  1. Kompresor 

Kompresor mobil mengambil peran paling penting dalam sistem AC mobil. Dia memiliki fungsi layaknya jantung.

“Ini fungsinya memompa freon ke seluruh sistem AC mobil. Kompresor ini dipompa buat menuju ke kondensor. Kompresor ini juga memiliki dua bagian, pertama ada saluran hisap dan kedua ada saluran buang. Kalau yang hisap biasanya bertekanan rendah yang kemudian dihubungkan dengan si evaporator, kalau yang buang biasanya bertekanan tinggi dan dihubungkan ke kondensor,” ujar Jani.

  1. Kopling kompresor 

Kopling kompresor bekerja dengan gaya magnet. Ketika kopling ini bekerja, maka kompresor akan terhubung ke pulley mesin sehingga kompresor bisa bekerja.

  1. Kondensor 

“Setelah dipompa, freon-nya akan masuk ke kondensor. Nah, kondensor ini fungsinya sebagai pendingin yang melepas panas dari freon dengan menggunakan mesin yang namanya itu cooling fan,” tambah Jani.

  1. Extra Fan 

Kipas ini berfungsi mengalirkan udara melewati kondenser sehingga pemindahan panas bisa terjadi.

  1. Receiver Dryer 

Cairan tersebut akan kembali disaring setelah melewati proses perubahan dari gas menjadi cair melalui kondensor, ‘cairan ini juga merupakan salah satu bagian yang paling penting dari komponen AC mobil. Kenapa? Karena dia berfungsi untuk menyaring kotoran yang masuk dalam mesin atau sistem AC. Oleh sebab itu, dryer sebaiknya dibersihkan secara rutin. Biasanya sekitar satu tahun sekali,” ujarnya.

  1. Expansion Valve

Komponen ini lebih dikenal dengan katup ekspansi memiliki mengubah freon yang cair ke dalam bentuk gas.

“Jadi diubah itu yang cair tadi, ke gas. Biasanya tekanan cairan yang tinggi juga akan diturunkan tekanannya dari expansion valve ini,” Jani menjelaskan.

Menurut pemaparan Jani, ada tiga bentuk dari katup ekspansi ini. Pertama, katup ekspansi dengan bentuk kotak atau persegi. Kedua, katup yang berbentuk L, dan yang terakhir adalah katup yang berbentuk seperti isi pulpen.

  1. Evaporator

“Nah, yang terakhir, itu ada evaporator. Komponen yang satu ini berfungsi untuk menyerap udara panas dan mengubahnya menjadi udara yang sejuk. Dan udaranya itu nanti akan dihembuskan langsung melalui blower,”

“Ini adalah hasil akhir dari semua proses tadi. Kalau tadi diawali dengan kompresor, ini diakhiri dengan evaporator,” imbuhnya.

  1. Blower

Fungsi komponen ini adalah untuk mengalirkan udara dari luar menuju dalam kabin (ventilator udara).

  1. High pressure hose

High pressure hose adalah selang khusus yang elastis berfungsi untuk mengalirkan refrigerant bertekanan tinggi.

  1. Low pressre hose

Low pressre hose sama seperti high pressure hose, namun ukuran low pressure hose lebih besar dan fungsinya untuk mengalirkan refrigerant bertekanan rendah dari evaporator kembali ke kompresor.

  1. Freon

Freon berfungsi sebagai refrigerant untuk menyerap dan mengikat panas dari evaporatorFreon yang digunakan pada mobil ada macam-macam, contohnya R-12, R-22, dan yang paling umum adalah freon R-134a.

Perawatan

Namun, hal yang perlu diketahui pemilik mobil adalah soal perawatan komponen-komponen AC yang harus dilakukan secara berkala. Ini sangat wajib dilakukan untuk menjaga agar AC bisa membuat suhu kabin menjadi nyaman di kala cuaca panas.

“Nih kalau untuk perawatannya sendiri, ada dua komponen yang sebaiknya diganti secara rutin. Pertama itu ada dryer dan yang satu lagi itu expansion valve,” katanya.

Untuk dryer, dia menyarankan melakukan penggantian setiap setahun sekali. Sedangkan untuk expansion valve disarankan setiap dua tahun.

“Kalau komponen yang lain misal seperti evaporator, itu tidak perlu sering-sering. Tapi ingat, harus dijaga kebersihannya. Jangan sampai tidak dibersihkan. Kalau pengguananya malas bersihkan, malas bawa bengkel, ya sudah pasti AC mobilnya rusak dan panas,” tegas Jani.

Di samping itu, Jani juga mengingatkan agar rutin membersihkan filter AC setidaknya 3-6 bulan sekali.

Cara kerja sistem AC pada Mobil

Siklus AC mobil yang akan kita bahas dibagi menjadi dua tahap, yang terdiri dari ketika kopling terhubung dan ketika kopling terlepas.

  1. Saat kopling kompresor terhubung

Saat AC dinyalakan, akan muncul bunyi dari ruang mesin yang diikuti penaikan RPM mesin yang menandakan bahwa kopling kompresor AC telah terhubung. Kopling ini bekerja dengan daya tarik magnet.

Kopling terbebas dari pulley kompresor pada saat keadaan mati sehingga meskipun pulley kompresor berputar, poros kompresor tidak akan berputar. Sementara saat AC dalam keadaan hidup akan terjadi induksi elektromagnet pada magnetic clutch sehingga kopling menjadi tertarik ke dalam.

Itulah yang menyebabkan pulley kompresor dan kopling magnet terhubung sehingga poros kompresor akan berputar sesuai RPM mesin. Putaran poros ini akan menekan freon sehingga freon dapat bergerak ke arah kondensor dengan tekanan tinggi.

Pada kondensor, putaran kipas pendingin menyebabkan udara dari luar mengalir melewati kondensor. Akibatnya, suhu freon berpindah ke udara yang melewatinya, lalu mengalir keluar ke arah kondensor, sehingga membuat freon dalam keadaan dingin tapi masih memiliki tekanan tinggi.

Setelah itu, freon bergerak ke arah dryer. Akan terjadi penyaringan freon menggunakan element pasir silika jika freon terdeteksi mengandung uap air. Freon berlanjut untuk memasuki expansion valve.

Pada komponen tersebut, terjadi efek spray, yakni keluarnya freon dengan tekanan tinggi ke ruang dengan tekanan yang lebih rendah melalui lubang sempit. Efek ini membuat freon yang semula berwujud cair menjadi berwujud gas.

Freon yang sudah bertekanan rendah tersebut lalu dialirkan menuju evaporator. Pada titik ini, freon berada dalam kondisi paling dingin, sehingga saat blower dinyalakan udara akan mengalir ke kabin yang melewati evaporator. Hasilnya, panas dari udara akan berpindah ke freon.

Sehingga udara yang keluar dari AC memiliki suhu dingin atau sejuk.

    2. Ketika AC On namun kopling kompresor terputus

Mungkin Anda tidak jarang mendengar bunyi kompresor terlepas yang dibarengi penurunan RPM mesin ke RPM awal. Hal tersebut terjadi karena kopling kompresor yang tidak selalu terhubung.

Namun hal ini telah diatur secara otomatis dalam sistim kelistrikan AC mobil. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukan untuk menghindari over-pressure yang dapat mengakibatkan bocornya saluran AC mobil.

Pelepasan otomatis tersebut akan terjadi saat sensor mendeteksi adanya freon yang sudah mencapai tekanan maksimal.

Kopling magnet yang terputus menyebabkan poros kompresor berhenti berputar sehingga aliran freon dari kompresor terhenti. Selanjutnya high pressure hose yang masih tinggi akan berangsur mereda.

Walaupun tekanan tersebut berangsur mereda namun kompresor masih memiliki tekanan sehingga masih terjadi efek spray pada expansion valve. Ini menandakan bahwa proses perpindahan suhu udara dari blower masih terjadi dengan normal.

Sebelum tekanan AC drop, kopling magnet kembali terhubung sehingga tekanan freon kembali naik dan siklus AC mobil tidak terhenti. Begitu seterusnya sistem AC bekerja.

Sistem AC double blower

Hampir secara keseluruhan, cara kerja AC double blower sama dengan AC single blower. Namun, yang membedakan hanyalah AC double blower memiliki dua buah blower fan, dua buah evaporator, dan dua buah expansion valve.

Jadi freon dari dryer melewati sebuah saluran by pass yang membuat cabang. Satu ke blower depan, dan satunya ke blower belakang.

Berapa batas maksimal tekanan freon ?

Batas maksimal tekanan freon bergantung pada saat kita memilih range suhu pada selektor suhu dalam kabin. Saat kita mengatur suhu pada yang paling dingin, maka batas maksimal tekanan freon yang ditetapkan tinggi sehingga waktu kompresor terhubung lebih lama.

Berbeda dengan saat kita mengatur selektor pada suhu normal yaitu pada range 25-30°C, maka batas maksimal yang akan ditetapkan jadi lebih rendah. Hal ini pun berpengaruh pada waktu kompresor terhubung menjadi singkat dan sering terdengar bunyi kompresor.

Sistem Kelistrikan pada AC mobil

Selain adanya mekanisme pemindahan suhu, sistem AC juga tidak bisa terlepas dari rangkaian kelistrikannya. Sebab sistem inilah yang mengatur kinerja kompresor dan pengaturan suhu AC.

Yang termasuk sistem kelistrikan AC mobil adalah ;

  1. Sensor tekanan freon
  2. Sensor Ambient air temperature
  3. Magnetic clutch pada kompresor
  4. Motor fan
  5. Motor blower
  6. Sensor Blower temperature
  7. Input (temp range & Blower speed selector)
  8. Modul HVAC control

Kita membutuhkan kendaraan yang aman dan nyaman untuk menunjang perjalanan kita sehari-hari.

Coba bayangkan jika Anda harus dalam perjalanan panjang yang membuat Anda terjebak di dalam mobil tapi AC mobil tersebut tidak berfungsi sempurna? Tentu hal tersebut tidak akan membuat perjalanan Anda terasa nyaman, bukan?

Tapi Anda tidak perlu khawatir sebab saat ini service mobil sudah mudah dan cepat dengan bantuan alat canggih yaitu flushing machine, cooling machine, dan fogging machine.

Sudah pernah dengar belum? Kalau belum, mari kita bahas satu-persatu!

  1. Flushing machine
    Alat yang satu ini berfungsi sebagai pergantian oli kompresor setiap 20 ribu km sekali. Berasal dari kata flushing yang bermakna bentuk usaha menghilangkan segala bentuk kontaminasi yang ada pada sistem AC. Hal ini berkaitan erat dengan tujuan utamanya yaitu agar kinerja AC mobil menjadi lebih maksimal. Dengan adanya prosedur  flushing machine yang tepat akan mengatasi semua partikel kecil penyebab kompressor terkontaminasi.
    Anda tidak perlu khawatir lagi. Karena flushing machine yang digunakan sudah teruji kualitas dan kinerja nya. Selain itu, service mobil Anda akan memuaskan sebab tidak perlu menungguu dalam waktu yang lama. Hal yang paling penting adalah Anda tidak perlu lagi bongkar pasang dashboard! Lebih simpel, bukan?Disamping kemudahannya, menggunakan flushing machine dalam perawatan AC mobil juga memberikan banyak manfaat.
    Misalnya, terasa lebih efektif dan efisien untuk menguras dan mengganti freon, AC mobil menjadi lebih cepat dingin, serta mengeluarkan udara yang segar. Flushing machine juga dilengkapi teknologi komputerisasi serta menjauhkan AC dari kerusakan komponen lain.
  1. Cooling machine
    Mesin ini berfungsi dalam membersihkan evaporator tanpa membongkar dashboard. Bedanya dengan flushing machine adalah mesin yang satu ini dilengkapi dengan alat ozonisasi yang bisa membunuh bakteri dan serangga yang ada di dalam mobil. Dengan mesin ini Anda dapat lebih mengehemat waktu sebab mesin ini mampu melakukan pembilasan dan pembersihan dengan kapasitas air antara 10 hingga 20 liter dengan menggunakan tekanan air yang cukup tinggi.
    Sangat berbeda dengan mesin yang sudah ada sebelumnya, bukan? Cara kerjanya pun tergolong simpel. Sangat pas apabila dipadukan dengan flushing machine. Mesin yang bekerja secara otomatis pada setiap mobil hanya dapat menggunakan satu pembersih khusus yang memiliki barcode. Kombinasi dan inovasi canggih ini membantu Anda dalam merawat AC mobil supaya tetap memiliki performa yang prima.
  1. Fogging Machine
    Mesin ini berfungsi membunuh bakteri dari dalam kabin yang bisa service rutin satu kali dalam sebulan.Booking Service

AC mobil mu sudah dingin, nyaman, dan sehat?
Yakin sudah bebas dari bakteri / virus?
Sudah atau belum tahu, silahkan klik disini untuk kita bantu.

Seneng bisa berbagi.
Pasti bermanfaat.

Blog

bengkel build upCooling Machineextra fanFlushing MachineFogging MachinekompresorkondensorKopling kompresorprinsip kerja ac mobilreceiver dryerSpare Part AC Mobil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *