Prinsip kerja AC mobil sedikit banyak haruslah diketahui konsumen agar bila sewaktu-waktu terjadi masalah, misalnya, AC tidak dingin dan sebagainya, maka kita sudah mengetahui seperti apa sistem kerja AC mobil yang dimiliki. Walaupun bukan berarti kita bisa langsung yang mengerjakan dan memperbaiki sendiri bila bagian tersebut mengalami kerusakan.

Namun, setidaknya bila terjadi masalah, kita dapat mengerti di bagian mana masalah tersebut terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. Jadi, kalau pun kita harus memperbaiki AC mobil kita di bengkel, kita tidak akan bisa ditipu oleh oknum bengkel yang nakal. Selain itu, untuk dapat mencegah bertemu oknum bengkel yang nakal, pastikan juga agar kita tidak mendatangi sembarangan bengkel, namun akan datang ke bengkel khusus AC mobil  yang sudah berpengalaman dan mempunyai jam terbang tinggi.

Karena sistem AC mobil yang bekerja bergantung dari fungsi kerja beberapa komponen di dalamnya, maka secara umum pun kita pun harus memahami bagaimana proses kerjanya. Berawal dari bagian kompresor yang bertugas mengompresikan gas dari refrigerant, yang biasa disebut freon, dengan suhu dan tekanan yang tinggi mengalir ke dalam kondensor. Kemudian, gas tersebut di kondensasikan menjadi berbentuk cair dengan adanya pengembunan di bagian refrigerant dan mengalir kembali ke receiver agar dapat di saring dengan oli sehingga dapat diuapkan dengan bantuan evaporator. Selanjutnya, refrigerant akan menyerap panas dari angin yang ada di luar mobil dan menguap sehingga suhu di dalam mobil pun akan lebih dingin.booking service

Prinsip kerja AC mobil kita dapat berbeda dari uraian di atas bila mobil kita dalam kondisi mati mesin. Jadi, sebenarnya ada perbedaan tekanan bila mobil dalam kondisi mati mesin, dengan ketika mobil dalam keadaan mesin yang hidup.

Sistem pendingin pada mobil atau AC mobil umumnya akan bekerja ketika mesin mobil dinyalakan. Saat itu freon yang masih berwujud gas dialirkan oleh valve menuju evaporator dan berubah menjadi uap dingin kemudian dialirkan kembali oleh blower ke seluruh kabin kendaraan. Dengan begitu, lubang yang ada pada expansi valve membesar dan mempercepat proses pendinginan ruangan. Berbeda halnya bila suhu udara ruangan lebih rendah, maka lubang pada expansi valve akan mengecil sehingga pengabutannya pun akan lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Kalaupun AC mobil sudah mencapai suhu dingin yang maksimal, maka kompresor akan mati dan mulai bekerja dari awal kembali agar suhu dingin tetap stabil.

Baca juga : 7 Penyebab AC mobil tidak dingin

Jadi, bila dikemudian hari kita mengalami kendala, seperti munculnya bau yang tidak sedap dari AC mobil yang dinyalakan, kemudian AC mobil tiba-tiba menjadi tidak dingin, dan masih banyak lagi, maka kita tidak perlu khawatir. Kita hanya perlu mempelajari alur sistem AC nya bekerja dan memerhatikan apakah ada bagian komponen sistem AC yang tidak bekerja sesuai fungsinya.

Bila sudah ditemukan masalahnya, tinggal pergi ke bengkel khusus AC mobil yang memberikan pelayanan service AC yang profesional. Sehingga bila dalam proses service tersebut ternyata belum tuntas, maka kita dapat segera meminta jaminan service ulang tanpa dikenakan biaya tambahan. Tentunya kita tidak mau rugi dong….

Lain halnya bila memperbaikinya di bengkel sembarangan, di mana bila terjadi sesuatu pada mobil yang kita miliki ternyata belum tuntas, maka kita akan dikenakan biaya kembali untuk menuntaskannya. Makanya, bawa mobil kita hanya ke bengkel AC mobil yang memang sudah terpercaya.

Sistem kerja AC terdiri dari bagian yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tekanan supaya penguapan dan penyerapan panas dapat berlangsung. Sistem kerja AC dapat diuraikan sebagai berkut:

Sistem-kerja-Freon
  1. Freon bertekanan tinggi dari kompressor berupa gas
  2. Freon yang sudah didinginkan oleh kondensor berubah bentuk dari gas menjadi cair.
  3. Freon lalu disaring melalui filter/dryer sebelum masuk ke expansi
  4. Freon yang telah diturunkan tekanannya oleh katup Expansi, berubah bentuk menjadi
    uap.
  5. Freon yang telah menyerap panas pada EVAPORATOR berubah bentuk menjadi gas.
  6. Freon yang berbentuk gas diberi tekanan oleh kompresor sehingga beredar dalam sistem AC,karena adanya tekanan maka Freon menjadi panas.
  7. Kondensor akan medinginkan zat pendingin tersebut (kondensasi),sementara tekanan freon masih tetap tinggi dan berubah bentuk menjadi cair.

Selanjutnya akan bersirkulasi begitu terus menerus, intinya freon tidak akan pernah bisa berkurang apalagi habis jika tidak ada kebocoran.

Jika freon emang terdeteksi kurang / habis, maka yang harus dilakukan check dan perbaiki dulu kebocorannya, setelah itu baru diisi kembali freon-nya.

Jenis mobil yang diproduksi di bawah tahun 1995 umumnya memiliki sistem AC mobil dengan komponen yang berbeda dengan mobil yang diproduksi di atas tahun 1995. Dikarenakan mobil dibawah tahun 95 masih menggunakan jenis freon R12 yang dapat merusak lapisan ozon. Sedangkan mobil yang diproduksi saat ini sudah dibentuk dengan komponen yang mendukung penggunaan freon yang ramah lingkungan sehingga tidak akan memicu pemanasan global yaitu R134@.